jump to navigation

Menepis Pandangan Wanita Tersisih 17 Maret 2009

Posted by withpras in Mitos.
trackback

muslim1
Nah, apa yang mesti dilakukan jika adik yang Anda sayangi men-yatakan ingin menikah lebih dahulu? Untuk menghindari hal-hal negatif seperti di atas, lebih baik Anda lekas melakukan tindakan-tindakan yang dibutuhkan untuk menstabilkan emosi diri Anda dan orang-orang terdekat Anda, seperti orang tua dan keluarga yang lain.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah membangun pikiran dan
perasaan positif di dalam diri Anda. Ingatlah bahwa jodoh itu berada di tangan Yang Maha Kuasa. Meski Anda punya andil dalam berusaha mencari jodoh yang sesuai buat Anda, pada akhirnya ketentuan Tuhan mengenai kapan datangnya jodoh adalah yang terbaik—bagi Anda dan semua orang. Setelah itu, ucapkan-lah rasa syukur karena adik Anda telah mendapatkan calon pasangan hidupnya. Meski terbersit rasa iri, buang jauh-jauh pikiran itu, dan bergembiralah bersama adik atas kebahagiaannya.
Setelah Anda mampu menguasai emosi Anda dan mengarahkannya menjadi emosi yang positif, se-karang saatnya berdiskusi de-ngan adik, orang tua, dan keluarga Anda. Utarakan dengan jelas dan dengan ekspresi gembira bahwa Anda berbahagia untuk adik dan tidak keberatan dilangkahi. Bantu orang tua Anda meng-atasi kesedihan mereka (jika mereka sedih karena Anda ter-paksa dilangkahi) dengan meya-kinkan kalau Anda baik-baik saja. Selain itu, beri pengertian orang tua dan seluruh keluarga dengan menyebutkan alasan-alasan yang masuk akal meng-apa adik harus lebih dulu menikah daripada Anda—misalnya sudah terlalu lama berpacaran, sudah siap lahir batin untuk menikah, sudah direstui oleh kedua belah pihak, dan sebagainya. Alasan yang logis akan membuat semua pihak yang sulit memahami kenyataan tersebut akhirnya dapat menerima keputusan itu dengan baik. Cobalah Anda tanamkan keyakinan baru di dalam diri dan keluarga bahwa tidak ada aib yang Anda lakukan dengan belum menikah. Anda toh tidak melanggar aturan agama ataupun masyarakat.
Yang harus dihadapi kemudian adalah pertanyaan dari teman-teman, keluarga besar, dan lingkungan sekitar. Untuk menghadapi hal ini, Anda harus memiliki kesabaran ekstra. Ingat-ingat saja nasihat ini: mereka yang menanyakan, “Aduh, kasihan sekali kamu dilangkahi adik. Kapan dong, giliran kamu menikah?” sesungguhnya tidak benar-benar peduli akan keadaanmu saat itu. Kebanyakan dari mereka biasanya hanya berbasa-basi dan tak menemukan kata-kata lain untuk membangun percakapan. Jadi pasang se-nyum lebar dan utarakan jawaban yang positif seperti, “Iya, nih, mudah-mudahan saya bisa segera mengikuti jejak adik,” atau “Carikan pacar, dong, Tante?” atau “Secepatnya… kalau sudah ke-temu Mr. Right,” atau “Doain aku ya…” Karena perkataan Anda mencerminkan pribadi Anda, jangan sampai Anda meng-utarakan jawaban yang bersikap negatif saat membalas ko-mentar orang lain, seperti “Habis jodoh saya belum datang-datang juga, sih!” atau “Nggak tahu kapan… Kapan-kapan saja, deh!” Hal itu bisa-bisa terekam di alam bawah sadar Anda dan menjadikan Anda skeptis kalau jodoh sulit ditemukan, ditambah lagi orang lain malah akan mengasihani Anda.
Untuk melupakan kesedihan dan menjadikan diri Anda selalu diliputi energi positif, sibukkan diri Anda dalam membantu lancarnya prosesi pernikahan adik Anda. Contohnya dengan memilih gedung resepsi, menemani fitting baju pernikahan, menentukan katering, dan sebagainya. Dengan membantu, Anda akan merasa berguna dan penting, sementara orang lain pun akan berterima kasih dan menghargai uluran tangan Anda ketimbang mengolok Anda sebagai orang yang dilangkahi.
Hal terakhir yang juga dapat dilakukan adalah meminta ‘hadiah kecil’ atau ‘pelangkah’ dari adik dan calon suaminya. Dalam beberapa budaya, hal ini sah dan wajib dilakukan. Pelangkah bagi kakak yang dilangkahi sebenarnya hanya bersifat formalitas dan gunanya untuk menyenangkan hati kakak semata. Tapi untuk mem-bangun mood positif, Anda bisa membayangkan benda apa yang sedang Anda inginkan dan butuhkan, lalu sampaikan pada adik. Eits, tapi jangan meminta benda yang terlalu mahal atau sulit dicari, sehingga membuat adik kesulitan.
Kapan menikah memang merupakan isu sensitif bagi para wanita lajang. Tetaplah berusaha dan berdoa kepada Tuhan agar segera menemukan soulmate Anda. Sebelumnya, bergembiralah bersama adik dan keluarga dalam merayakan pernikahan adik, karena toh rasa jealous takkan ada manfaatnya untuk Anda.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: