jump to navigation

Rahasia Allah di Balik Tragedi Pesawat 17 Maret 2009

Posted by withpras in Muhasabah.
trackback

_44362507_heathrow5Alangkah mulia profesi yang dipilih oleh nenek moyang kita, yaitu Pelaut. Menjadi pelaut berarti bersiap-siap untuk memasrahkan segala sesuatunya di balik kekuasaan Allah. Alam yang misteri, ombak yang ganas menggelombang ataupun luasnya samudera yang tak terkira akan menggidikkan bagi siapa saja yang akan melewatinya. Hanya orang-orang yang berani dan menyukai tantangan saja yang merasa tertantang untuk menaklukkanya

Selain kapal laut, manusia juga mengenal alat transportasi yang jauh lebih canggih, yakni pesawat terbang. Burung besi yang luar biasa besar itu adalah bukti kecanggihan teknologi sekaligus upaya manusia untuk mencapai kemudahan yang diinginkan. Tetapi sama seperti kapal laut, berkendara dengan pesawat terbang sama-sama mengundang resiko yang mengejutkan. Langit yang terbentang luas juga penuh dengan bahaya, didalamnya terkandung misteri yang sulit untuk dipecahkan.
Jadilah pesawat ataupun kapal laut tadi seperti dua titik debu yang terombang-ambing di jagad raya ini. Entah itu berupa badai di lautan atau cuaca yang tak menentu begitu mudahnya menghantam kendaraan manusia tadi. Apa yang bisa dibanggakan dari kendaraan-kendaraan itu jika harus berhadapan dengan jagad raya yang maha luas ini. ”Jika Kami menghendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka, maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan.” (Yaasin [36] : 43)
Sesungguhnya amat bodoh manusia jika menyombongkan diri dengan mengatakan kalau kapal A atau pesawat B tidak akan tenggelam. Mustahilkah tanpa campur tangan Allah sebuah kapal atau pesawat bisa lolos sampai ke tempat tujuannya?
Rasa-rasanya mustahil sebab Allah sendiri juga telah berfirman dalam salah satu suratnya
”Allahlah yang menundukkan lautan untukmu supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seizin-Nya, dan supaya kamu dapat mencari sebagian karunia-Nya dan mudah-mudahan kamu bersyukur.”
Kita perlu menyadari itu, taruhlah kita menaiki kendaraan paling canggih atau pesawat supersonik sekalipun, perjalanan tidak akan lancar seandainya langit tiba-tiba mengganas atau hujan meteor. Dalam musibah Adam Air kemarin, ternyata armada yang kita naiki sudah tak layak pakai, tidak ada safety riding, bahkan tidak mengantongi izin beroperasi dari dinas perhubungan. Nah, satu doa yang diajarkan Nabi untuk mengakui ketundukan kita. Segala puji bagi Allah yang telah menaklukkan ini semua bagi kami, padahal sebelumnya kami tak mampu menguasainya, sesungguhnya kami akan berpulang kepada Tuhan kami

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: