jump to navigation

Rasulullah Pribadi Humoris 17 Maret 2009

Posted by withpras in Muhasabah.
trackback

smile_web_design-749546
Bercanda sih boleh saja, asal jangan kelewatan, demikian pesan Rhoma Irama dalam satu lirik lagunya yang mengajak kita untuk memperhatikan etika dalam bercanda. Dengan maksud bercanda orang berani mengumbar kejelekan didepan teman-temannya, dengan maksud bercanda pula orang berani membuka aib saudaranya hingga yang diajak bercanda merasa sakit hati

Bagaimana Rasulullah bercanda setidaknya bisa kita lihat dari riwayat-riwayat hadist. Suatu ketika dalam sebuah forum Rasulullah mengumpulkan pengikutnya, pada waktu itu adalah awal kenabian, atau berada pada periode Mekkah. Pada masa ini Rasul merasa perlu untuk membina akidah mereka agar tercipta suatu akidah yang kuat. Materi dakwah yang tepat untuk masa ini adalah berita-berita tentang alam gaib, hari akhir, surga dan neraka
Rasulullah menghibur hati mereka, memperkuat keimanan mereka dengan berita tentang hari akhir yang semakin mempertebal keimanan mereka, di tengah keganasan dan penderitaan yang ditebarkan oleh Kafir Qurasiy dan Si Munafik Abdullah bin Ubay mereka tetap teguh bagai batu karang di tengah gelombang. Dalam hati mereka semakin yakin bahwa Islam adalah agama yang paling benar dan paling lurus diantara budaya pagan masyarakat Arab waktu itu.
Mereka juga bersumpah untuk membela islam mati-matian, bahkan dengan nyawa mereka sekalipun, sebab Allah dan Nabinya telah menjanjikan surga bagi kaum mukmin yang berjihad di jalan Allah. Berita yang disampaikan Nabi tadi laksana mata air yang membasuh jiwanya, mengobati luka-luka yang menganga akibat perlawanan dari musuh-musuh Islam.
Rasulullah lantas bercerita tentang surga dengan segala kenikmatannya, sungai susu, arak dan madu, juga bidadari surga, betapa di surga terdapat buah-buahan seperti di dunia namun nikmatnya jauh lebih terasa. Surga sendiri diisi dengan anak-anak muda kira-kira berusia 25 tahunan. Tiba-tiba seorang nenek-nenek nyletuk dengan pertanyaan yang menuntut rasa penasaran
“Apakah nenek-nenek seperti kami bisa masuk surga Ya Rasul?”
“Tidak nek, nenek-nenek tidak ada yang masuk surga” jawab Rasulullah
Seketika meledaklah tangis orangtua tersebut hingga membuat suasana menjadi mencekam
“Berarti sia-sialah seluruh amalku, shalatku, shodaqohku, jihadku” kata orangtua itu dengan sesenggukan
“Tidak Nek, maksudnya di surga nanti, akan menjadi muda kembali”
Plong sudah perasaan nenek tadi, Ia mengusap air matanya tak jadi menangis, rupa-rupanya Rasulullah sedang mengajaknya bercanda, tetapi di akhir canda itu disertai penjelasan yang bisa menentramkan hati.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: