jump to navigation

Kartini Dahulu dan Kartini Sekarang 20 Maret 2009

Posted by withpras in Sejarah.
trackback

kartini1Dalam surat Al Baqarah Ayat 257, Kartini menemukaan kata-kata yg amatmenyentuh nuraninya “Orang-orang yg beriman dibimbing Allah dari gelap menuju cahaya” (Minadzdzulumaati Ilan Nuur ) Tak banyak yang tahu kata-kata itu justru dijadikan judul oleh Abendanon, seorang korespondensinya yang mengumpulkan surat-surat Kartini kemudian menerbitkannya.

Salah satu cara untuk mengetahui bagaimana sesungguhnya pemikiran Kartini adalah dengan mengetahui surat-surat Kartini yang dikirimkan pada para sahabatnya, yang kebanyakan warga bernegara Belanda. Mereka antara lain, Mr H.J Abendanon, Annie Glassor, Estalle Zeehandelaar, Ir H Van Kol, Ny Van Kol (Ny Nellie Van Kol).

Sahabat Pena
Abendanon sendiri datang ke Indonesia untuk melakukan politik etis Van De Venter Tugasnya adalah sbg Direktur Departemen Pendidikan, Agama dan Kerajinan. Karena masih baru ia meminta nasehat teman sehaluan politiknya yaitu Snouck Hurgronje. Atas saran Hurgronye, mereka mempengaruhi Islam dengan jalan mempengaruhi kaum ningratnya dengan pendidikan ala barat sebelum membaratkan rakyat bumi puteranya Untuk itu maka langkah pertama yang harus diambil adalah mencari orang-orang ningrat yg Islamnya tdk teguh lalu dibaratkan. Dan pilihan pertama adalah Kartini.
Sedangkan Stella atau Estalle Zeehandelaar adalah kawan korespondensi, aktivis pergerakan feminis Belanda berdarah Yahudi ketika Kartini memasang iklan di sebuah majalah di negeri Belanda, ingin tahu lebih jauh gerakan feminisme, bak gayung bersambut Stella diterima oleh Kartini dan keduanya terus menerus berkorespondensi. Kemudian Ir H Van Kol, aktivis marxisme, seorang kawan Kartini juga yang memperjuangkan Kartini agar bisa belajar ke negeri Belanda, tetapi sesungguhnya ada maksud tersembunyi, Ia ingin menghadirkan Kartini sebagai saksi, tentang kebobrokan pemerintah Hindia Belanda di negeri jajahan. Kemudian ada juga Nellie Van Kol, seorang wanita yang hadir sebagai kawan tapi kemudian justru menjerumuskannya Nellie Van Kol adalah orang yg paling berperan mendangkalkan aqidah Islamiah Kartini. Pada mulanya iabermaksud menjadikan Kartini sbg seorang Kristen tapi gagal. Mulanyaia berbuat seolah-olah sbg penolong yg mengangkat Kartini dari keadaantdk mempedulikan agama menjadi penuh perhatian, tetapi di balik sikap ramahnya tersembunyi maksud jahatnya

Islam dari Dinding Keraton
Bagaimana awal mula Beliau mengenal Islam, agaknya bisa kita tari benang merah dari asal muasal keturunannya, Beliau adalah keturunan bupati Jepara, dengan demikian pengaruh Islamnya cukup kuat juga, Jepara adalah termasuk pelabuhan penting di Jawa dan pengaruh Islamnya sangat kuat karena berada di pusat kekuasaan Islam pertama di Jawa, yakni Demak. Nah, Islam yang masuk melalui kalangan keraton inilah yang dipahami oleh Kartini, yakni pemahaman berislam yang dangkal dan banyak bercampur dengan tradisi Hindu.
Kartini memiliki pengalaman yg tdk menyenangkan semasa belajar mengaji. Ibu guru mengajinya memarahi dia dan menyuruhnya keluar karena Kartini menanyakan makna ayat Al Qur’an yg dibacanya tadi. Inilah suratnya kepada Stella tertanggal 6 November 1899 dan kepada Abendanon tertanggal 15 Agustus 1902 “Mengenai agama Islam, Stella, aku hrs menceritakan apa. Agama Islam melarang umatnya mendiskusikannya dgn umat agama lain. Bagaimana aku dapat mencintai agamaku kalau aku tidak mengerti dan tdk boleh memahaminya Al Qur’an terlalu suci, tdk boleh diterjemahkan ke dlm bahasa apapun.
Di sini tidak ada yang mengerti bahasa Arab. Orang-orang disini belajar membaca Al Qur’an tetapi tidak mengerti apa yg dibacanya. Kupikir, pekerjaan orang gilakah, orang diajar membaca tapi tidak mengerti apa yang dibacanya. Sama saja halnya seperti engkau mengajar aku membaca buku berbahasa Inggris, aku hrs menghafal kata demi kata, tetapi tidak satupun kata yang kau jelaskan kepadaku apa artinya. Tidak jadi soleh pun tidak apa-apa asalkan jadi orang baik hati, bukankah begitu Stella..??
Dan waktu itu aku tidak mau lagi melakukan hal-hal yg aku tidak mengerti sedikitpun. Aku tidak mau lagi melakukan hal-hal yg aku tidak tahu apa perlu dan manfaatnya. Aku tidak mau lagi membaca Al Qur’an, belajar menghafal perumpamaan- perumpamaan bahasa asing yang tidak aku mengerti apa artinya, dan jangan-jangan ustadz-ustadzahku pun tdk mengerti artinya. Katakanlah kepadaku apa artinya nanti aku akan mempelajari apa saja. Aku berdosa. Kitab yang mulia itu terlalu suci sehingga kami tdk boleh mengerti artinya.” Ini salah satu sisi pergolakan yang dialami Kartini ketika Ia melihat kondisi sosial bagaimana pemahaman agama yang dianut oleh masyarakatnya sama sekali tak bersesuaian dengan pemahaman Islam itu sendiri.
Sampai pada suatu ketika Kartini berkunjung ke rumah pamannya, seorang Bupati Demak. Saat itu sedang berlangsung pengajian bulan khusus utk anggota keluarga. Kartini ikut mendengarkan pengajian bersama Raden Ayu yg lain dari balik hijab (tabir). Kartini tertarik kpd materi yg sedang diberikan, tafsir Al Fatihah, oleh Kyai Saleh Darat, ulama besar yg sering memberikan pengajian di beberapa kabupaten disepanjang pesisir utara. Setelah selesai pengajian, Kartini mendesak pamannya agar bersedia untuk menemaninya utk menemui Kyai Saleh Darat. Kartini mendesak Sang Kyai untuk menggugat tentang ahli ilmu yang menyembunyikan ilmunya. Terkejut mendengar pertanyaan Kartini justru meng-inspirasi KH Soleh Darat untuk menerjemahkan Al Qur’an ke dalam bahasa Jawa. Ketika pernikahan tiba, KH Soleh Darat memberikan kepadanya terjemahan Al Qur’an juz pertama, tetapi sebelum rampung terjemahan itu, KH Soleh Darat berpulang ke Rahmatullah
Dalam surat Al Baqarah Ayat 257, Kartini menemukaan kata-kata yang amat menyentuh nuraninya “Orang-orang yg beriman dibimbing Allah dari gelap menuju cahaya (Minadzdzulumaati Ilaan Nuur ) Kartini amat terkesan dgn ayat ini, krn ia merasakan sendiri proses perubahan dirinya, dari pemikiran jahiliyah kpd pemikiran terbimbing oleh Nuur Ilahi. Dan sebelum wafatnya Kartini, dlm banyak suratnya mengulang kata-kata “Dari gelap menuju cahaya”, yg ditulis dalam bahasa Belanda sebagai “Door Duisternis Toot Licht “.
Pola Pikir yang Berubah
Setelah pengajian tsb terjadilah perubahan besar dalam diri Kartini. Kini ia mulai memahami Islam. Coba simak beberapa suratnya lagi “Sudah lewat masanya, tadinya mengira bhw masyarakat Eropa itu benar-benar satu-satunya yg paling baik tiada taranya, maafkan kami, tetapi apakah Ibu sendiri menganggap masyarakat Eropa itu sempurna?
Dapatkah Ibu menyangkal bahwa dibalik hal yang indah dalam masyarakat Ibu terdapat banyak hal yang sama sekali tidak patut dinamakan peradaban ?” (kepada Ny Abendanon, 27 Oktober 1902)
“Bagaimana pendapatmu tentang Zending (misionaris-red) jika bermaksud berbuat baik kpd rakyat Jawa semata-mata atas dasar cinta kasih, bukan dalam rangka Kristenisasi.Bagi orang Islam, melepaskan kepercayaannya sendiri dan memeluk agama lain merupakan dosa yg sebesar-besarnya.pendek kata, boleh melakukan zending, tetapi janganlah meng-kristen- kan orang lain. Mungkinkah itu dilakukan ?” (kepada E.C Abendanon, 31 january 1903)
Memang kumpulan surat-surat Kartini bukanlah kitab suci. Tapi kalau kita telaah kembali maka akan nampaklah apa cita-cita luhur Beliau. Sayang itu semua sudah mengalami banyak deviasi sejak diluncurkan dahulu, setelah berlalu tiga generasi konsep Kartini tentang emansipasi semakin hari semakin hari jauh meninggalkan makna pencetusnya. Sekarang dgn mengatasnamakan Kartini para feminis justru berjalan dibawah bayang-bayang alam pemikiran Barat, suatu hal yang malah ditentang oleh Kartini. Bagaimana tanggapanmu wahai para wanita ?

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: