jump to navigation

Rahasia Menembus Lorong Waktu 2 April 2009

Posted by withpras in Mitos.
trackback

buraqSebentar lagi impian manusia untuk bisa mengetahui masa depan atau keinginannya untuk kilas balik ke masa silamnya bakal segera terwujud melalui fakta-fakta dan kejadian yang pernah dialami manusia, juga melalui penjelasan ilmiah tentunya. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Dan persiapan apa yang akan kita lakukan untuk menembus mesin waktu ala doraemon tersebut?

Waktu menurut Al Qur’an adalah relatif sebagaimana firmannya “Dia mengatur urusan langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadanya-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS As Sajdah: 5). Hal ini sejalan dengan keilmuan yang dibangun Einstein dalam teori relativitasnya bahwa waktu tak bisa bersifat absolut melainkan relatif. Kenyataan inilah yang mengundang fakta menakjubkan berupa

kisah-kisah abadi di dalam Al Qur’an, seperti kisah tujuh penghuni gua ataupun kisah Isra’ Mirajnya Rasulullah dari Masjidil Haram, ke Masjidil Aqsa hingga ke langit shaf tujuh dalam satu malam. Pelajaran ilmiah yang dapat kita petik adalah, waktu sama sekali tak terikat ruang. Seseorang yang seharusnya kelihatan tua pada sepuluh tahun mendatang tidak mesti kelihatan tua jika Ia mengalami satu keajaiban tertentu berupa fenomena aneh yang sampai kini masih terus diselidiki oleh para ahli.
Baiklah, sebelum kita membuka itu semua kita tarik contoh-contoh kejadian yang tidak terikat ruang dan waktu. Al Qur’an mengisahkan tentang tujuh orang beriman yang dikejar-kejar oleh raja lalim kemudian sampai bersembunyi di sebuah gua. Sesampai di gua Ia terserang kantuk yang luar biasa kemudian tertidur pulas. Sementara di luar berjaga seekor anjing yang setia menemani. Entah sampai berapa lama mereka tidur, begitu bangun mereka mendapati perut mereka sangat lapar dan mereka membutuhkan makanan. Maka diambillah beberapa koin uang untuk membeli nasi, hingga terus berhati-hati jangan sampai mata-mata raja lalim itu mengawasi. Begitu keluar dari pintu gua, Ia mendapati anjingnya telah menjadi tulang belulang, kemudian uang yang dipergunakan untuk berbelanja nasi sudah tidak laku lagi, bahkan konon sudah kadaluarsa selama 309 tahun yang lalu. Anehnya meski mereka telah tertidur selama ratusan tahun mereka tidak mengalami ketuaan, keriput dan tanda-tanda alam lainnya yang memperlihatkan mereka telah melewati bentangan waktu yang sedemikian lama. Itu fakta pertama.
Fakta kedua, kejadian Isra’ Miraj, dimana Rasulullah pernah diperjalankan oleh Allah dengan menembus Sidratul Muntaha—langit shaf ke tujuh dalam satu malam. Adalah sangat mustahil dan tak mungkin terjadi. Logika manapun tak mungkin membenarkan kejadian itu, tetapi Al Qur’an yang tak mungkin terbantah kebenarannya menceritakan itu dengan sangat gamblang.

Bagaimana itu bisa terjadi?
Dalam sejarah yang pernah kita baca kita tentu tahu, ada seseorang, kapal-kapal, pesawat terbang dan lain-lain sebagainya yang hilang secara misterius seperti yang sering kita dengar di perairan Segitiga Bermuda, sebenarnya adalah masuk ke dalam lorong waktu yang misterius ini.
Dalam penyelidikannya terhadap lorong waktu, John Buckally mengemukakan teori hipotesanya sebagai berikut.
Pertama, obyektifitas keberadaan lorong waktu adalah bersifat kematerialan, tidak terlihat, tidak dapat disentuh, tertutup untuk dunia fana kehidupan umat manusia, namun tidak mutlak, karena terkadang ia akan membukanya.
Kedua, lorong waktu dengan dunia manusia bukanlah suatu sistem waktu, setelah memasuki seperangkat sistem waktu, ada kemungkinan kembali ke masa lalu yang sangat jauh, atau memasuki masa depan, karena di dalam lorong waktu tersebut, waktu dapat bersifat searah maupun berlawanan arah, bisa bergerak lurus juga bisa berbalik, dan bahkan bisa diam membeku.
Ketiga, terhadap dunia fana (ruang fisik kita) di bumi, jika memasuki lorong waktu, berarti hilang secara misterius, dan jika keluar dari lorong waktu itu, maka artinya adalah muncul lagi secara misterius. Disebabkan lorong waktu dan bumi bukan merupakan sebuah sistem waktu, dan karena waktu bisa diam membeku, maka meskipun telah hilang selama 3 tahun, 5 tahun, bahkan 30 atau 50 tahun, waktunya sama seperti dengan satu atau setengah hari, karena hakikatnya kita tidak berada dalam lingkaran waktu tersebut.

Partikel Ghaib
Terhadap fenomena waktu yang tidak tergantung ruang ini sekali lagi ilmuwan punya penemuan yang unik para ilmuwan sudah menemukan partikel gaib yang terdapat di alam semesta yang bahkan jauh lebih cepat dibanding dengan kecepatan cahaya, dalam penelitiannya para ilmuwan mendapati ketika pesawat antariksa melewati gravitasi, gaya tarik medan gravitasi diubah menjadi tenaga pendorong, maka dalam waktu itu, pesawat antariksa bisa terbang dengan kecepatan cahaya bahkan dengan kecepatan cahaya ultra.

Penjelasan Ilmiah Isra’ Miraj
Barangkali inilah yang menjadi rahasia dari peristiwa Isra’ Miraj menjadi sangat ilmiah, sebagaimana yang diungkapkan Agus Mustofa dalam bukunya Terpesona Sidratul Muntaha, bahwa partikel atau zat yang mensukseskan Rasulullah menembus langit ketujuh adalah sejenis eter sebagai zat pembawa sekaligus perantara daya elektromagnetik. Eter adalah udara yang ringan sekali, lebih ringan dari udara yang dihirup oleh manusia: O2 Menurut Ilmu Metafisika, Rasul naik ke ruang angkasa melakukan perjalanan Mi’rajnya tentu membutuhkan zat pembawa yang lebih halus dari jiwa atau rohaninya. Oleh karena itu, makhluk hidup yang memiliki dua jasad: jasmani dan rohani, maka diperlukan zat pembawa yang lebih halus dari rohani itu sendiri dan mampu mengangkat jasmani Rasul sekaligus, zat ini adalah malaikat jibril dan sebuah kendaraan bernama buraq yang konon lebih cepat dari kecepatan cahaya. Dari sini mungkin kita baru paham bahwa buraq dan malaikat jibril tentunya lebih cepat dari cahaya dengan demikian tidak terikat oleh waktu atau berada dalam sistem waktu yang berlaku, jadi akan berapa harikah perjalanan sejauh apapun, hal ini tetaplah mungkin

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: