jump to navigation

Gerakan Kebangkitan Umat Bacalah dengan Nama Tuhanmu 27 April 2009

Posted by withpras in Muhasabah, Smart Muslim, Uncategorized.
trackback

imgp98732
Bagaimana agar umat Islam ini bangkit? Banyak pihak yang mewacanakan tawaran-tawaran menggiurkan mulai dari mengubah sistem politik menjadi lebih sesuai dengan Islam sampai gerakan revolusi sosial. Gagasan tersebut terlalu melangit melihat kenyataan umat Islam hanya jadi centang perenang, jangankan untuk berpolitik membaca saja mereka tidak mampu. Untuk itulah gerakan kebangkitan umat ini sesungguhnya lebih menelisik ke dalam ke arah pemberdayaan umat agar lebih maju, salah satunya adalah dengan gerakan membaca.

Gerakan membaca bukan sebuah gerakan yang utopis, tetapi ini adalah gerakan yang benar-benar nyata karena bagaimana umat ini mau maju jika tidak pandai membaca. Sebab membaca adalah palang pintu pengetahuan, remuk dan utuhnya suatu peradaban berasal dari kesadaran masyarakatnya untuk mengonsumsi pengetahuan dalam kehidupan.
Allah berfirman didalam Al Qur’an “Bacalah atas nama Tuhanmu yang menciptakan” Begitu pentingnya membaca ini sampai-sampai pertama kali Al Qur’an turun yang diperintahkan pertama kali adalah kesadaran membaca. Tafsir membaca ini bukan berarti melisankan kata-kata saja tetapi mencakup arti yang lebih luas misalnya mempelajari tanda-tanda kekuasaan Allah dalam kehidupan kita.
Bila kita menggunakan falsafah akal, membaca maksudnya belajar. Dengan belajar kita mendapat ilmu, dari ilmu itu kita bisa membangun. Tanpa ilmu kita tak mungkin bisa membangun, tanpa ilmu kita tidak mungkin bisa berjuang, tanpa ilmu kita tak mungkin bisa maju, berpendidikan dan sebagainya. Allah memerintahkan kita membaca, karena didalamnya terkandung pengertian yang syamil, menyeluruh dan global, semuanya bersumber dari ilmu. Melalui ilmu kita bisa membangun peradaban kita ini, entah itu aspek ekonomi, sosial, politik, budaya, semua dibangun atas landasan ilmu, dan ilmu itu diperoleh dari kita kita belajar atau membaca tanda-tanda Allah.
Allah rupa-rupanya telah memberikan formula yang jelas jika ingin suatu umat itu bangkit, selain dengan membaca semua itu tetap harus dalam koridor berada di atas jalan Allah. Artinya adalah manusia itu dipersilahkan untuk belajar apa saja, namun semua itu harus dalam bingkai aturan-aturan Allah, untuk mengenal Allah, tidak menselisihinya, tunduk dan patuh hanya kepada-Nya saja, sehingga semua itu dapat berjalan sesuai dengan kemaslahatan manusia.
Dunia boleh maju, peradaban ataupun teknologi boleh jadi gilang gemilang dan memajukan umat manusia, tetapi apa jadinya jika kehidupan ini tidak diarahkan untuk membaca tanda-tanda Allah, mengikuti peraturan dan berhukum sesuai dengan peraturannya, maka perlahan tapi pasti bangsa ini akan semakin terpuruk, kebangkitan umat yang diharapkan akan sia-sia, sebab mereka bangkit atas nafsunya masing-masing sehingga yang terjadi adalah perpecahan antar pribadi atau golongan.
Berkaca dari sejarah, kurang apa peradaban yang telah dibangun oleh kaum Aad, kaum Tsamud, mampu membuat bangunan-bangunan tinggi dengan seni arsitektur yang canggih dan tiada duanya di dunia ini, namun, karena mereka justru ingkar kepada Allah, maka Allah turut melenyapkan kaum pembangkang tersebut.
Berkaca dari hal itu, gerakan membaca tetap harus kita lakukan, tetapi dalam rangka menghayati tanda-tanda kekuasaan Allah agar kita selalu beriman kepada-Nya, nantinya ilmu yang tinggi itu tidak membuat kita lalai tetapi justru menaikkan kedudukan kita sebagai hamba Allah dengan ilmu yang kita miliki, ilmu untuk semakin tunduk pada aturan Allah, bukan untuk ingkar pada Allah.(withpras)

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: